Sabtu, 25 Agustus 2018

Penanaman Satu Juta Pohon Per Hari Untuk Keseimbangan Pengelolaan Industri Kehutanan di RGE

Beltrakuten - Memang ada banyak sekali perusahaan di Indonesia yang mulai berkiprah dalam pemanfaatan sumber daya alam. Akan tetapi faktanya tak banyak pula yang mengelolanya dengan baik secara bertanggung jawab. Nama grup Royal Golden Eagle (RGE) yang didirikan oleh Sukanto Tanoto mungkin bisa dikedepankan. Bagaimana tidak, RGE rela menanam sekitar satu juga pohon per hatinya untuk keseimbangan pengelolaan industri kehutanan.  

Sekadar informasi saja, bahwa Royal Golden Eagle adalah raksasa di industri sumber daya alam di negeri ini. Grup perusahaan yang didirikan Sukanto Tanoto tahun 1973 tersebut awalnya bernama Raja Garuda Mas. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, dan untuk target perusahaan di kancah internasional akhirnya nama Raja Garuda Mas tersebut berubah jadi Royal Golden Eagle. 


Royal Golden Eagle kini memang sudah jadi perusahaan berskala internasional. Lihat saja, anak – anak perusahaannya tak hanya beroperasi di Indonesia, juga ada di Malaysia, Filipina, Singapura, Brazil, Tiongkok, Finlandia, dan Kanada. Dengan skala bisnis yang besar ini, maka aset yang dimiliki grup Royal Golden Eagle sekarang sudah mencapai lebih dari 18 miliar dollar AS. Mereka bahkan juga mampu kembangkan sayapnya di berbagai jenis industri, lihat saja, lini bisnis Royal Golden Eagle ada di bidang kayu lapis, kelapa sawit, selulosa spesial, energi, pulp and paper, hingga viscose staple fibre.  

Sebagai salah satu perusahaan yang andalkan sumber daya alam, Royal Golden Eagle ini memang sangat berkepentingan dengan keberlanjutan. Sepertinya mereka sudah tahu betul bahwasannya kelestarian alam amat sangat penting peranannya. Tak hanya untuk keberlangsungan perusahaan itu sendiri, tetapi juga untuk masa depan manusia secara umum. Atas dasar itulah, Sukanto Tanoto bersama Royal Golden Eagle menggariskan prinsip kerja tegas dalam perusahaannya. Sukanto Tanoto mengharuskan semua lini bisnis di grup Royal Golden Eagle dapat memberikan manfaat yang baik ke berbagai pihak lain selain internal perusahaan.  

Untuk bisa merealisasikan instruksi yang dicanangkan Sukanto Tanoto tersebut, semua anak – anak perusahaan Royal Golden Eagle berlomba – lomba untuk memberikan manfaat kepada pihak lain. salah satu lini bisnis Royal Golden Eagle yang bergerak di industri pulp and paper, yakni PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Mereka rela menanam satu juta pohon per harinya untuk berpartisipasi dalam menjaga keseimbangan iklim serta untuk keseimbangan pengelolaan industri kehutanan di Royal Golden Eagle.  

Harus Anda tahu juga, bahwa industri pulp and paper ini pada dasarnya andalkan kayu dari pohon sebagai bahan bakunya. Nanti kayu tersebut akan diolah jadi bubur kertas yang kemudian dimanfaatkan sebagai berbagai macam produk yang pastinya bermanfaat bagi masyarakat luas. Tentu saja sebagai produsen pulp and paper, RAPP sendiri juga melakukannya sebaik mungkin. Mereka buat berbagai macam produk, salah satunya adalah produk keras. PaperOne adalah merek atau brand hasil buah karya dari lini bisnis grup Royal Golden Eagle ini.  

PaperOne jadi salah satu merek atau brand kertas ternama di negeri ini. Produk tersebut bahkan sudah jadi merek kertas kelas dunia. Untuk buat produk yang berkualitas seperti PaperOne, RAPP butuh pohon sebagai bahan bakunya. Hingga akhirnya mereka kembangkan perkebunan pohon akasia dibandingkan harus membuka hutan baru. Jenis pohon akasia tersebut dipilih sebab cocok sekali untuk iklim yang ada di Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar