Minggu, 12 November 2017

Tentang Kartu E-toll dan Jasa Marga

Beltrakuten - Jalan tol sudah dikenal sejak lama, sesuai dengan konsep dibangunnya, yakni sebagai jalan bebas hambatan. Jalan tol ini banyak digunakan masyarakat sebagai jalan alternatif untuk segera sampai di tempat tujuan. Apalagi sekarang sudah diterapkan sistem GTO yang semakin memudahkan, pengguna jalan tol pun semakin membludak. 

Kemacetan terjadi di jalan raya, yang termasuk dalam kategori jalanan umum. Tidak peduli di jalanan masuk gang atau jalan besar. Kemacetan terjadi di mana-mana. Hanya jalan tol saja yang tidak mengenal kata macet. Begitu masuk ke wilayah jalan tol, maka perjalanan kita akan berlangsung mulus tanpa hambatan. 

Kehadiran jalan tol ini sudah sangat familiar bagi masyarakat. Jalan tol ini dijadikan sebagai sebuah jalan solusi bagi para pengguna jalan yang menjadi langganan macet. Jalan tol dipilih karena pengguna ingin perjalanannya lancar dan tidak terkendala kemacetan. Namun ternyata sistem yang selama ini diberlakukan di jalan tol justru menjadi penghambatnya.

 
Untuk membayar tarif tol saja harus antri lama, belum lagi pengguna juga beresiko menerima uang palsu atau kurangnya uang kembalian. Hal-hal tersebut tentu saja akan menjadi masalah yang mengakar jika tidak segera diperbaiki dengan sistem yang baru. Maka dengan adanya kebijakan yang baru ini diharapkan bisa mengatasi dan menghilangkan keluh kesah masyarakat terhadap layanan di jalan tol.

Pemberlakuan sistem baru di jalan tol yakni tentang penggunaan kartu e-toll sebagai alat pembayaran baru di gerbang jalan ini tengah naik daun. Keberadaannya disambut baik oleh masyarakat. Tidak ada lagi macet di gerbang masuk tol. 

Namun ada kesalahpahaman persepsi tentang sistem Gerbang Tol Online ini dengan PT Jasa Marga. Yakni anggapan bahwa yang mencanangkan sistem ini adalah PT Jasa Marga. Padahal bukan. Yang mencanangkan adalah Bank Indonesia untuk mendukung program GNNT-nya. 

Selain itu, anggapan bahwa PT Jasa Marga ikut meraup keuntungan dari diberlakukannya sistem tol. Padahal keuntungannya adalah untuk BI karena program Non Tunainya bisa terdukung dan sukses. 

Sistem baru di jalan tol ini mulai diberlakukan sejak tanggal 31 Oktober 2017. Pemberlakuan ini tidak ada sangkut pautnya dengan PT Jasa Marga. Karena PT ini hanya sebagai pelaksananya saja. Memang benar PT Jasa Marga ikut mempromosikan penyelenggaraan sistem baru jalan tol ini. Namun bukan berarti PT Jasa Marga adalah pencetusnya atau pemiliknya. BI-lah pemilik dari sistem baru di jalan tol ini. 

Keberadaan kartu elektronik yang digunakan sebagai transaksi pembayaran di gerbang jalan tol ini dilakukan secara non tunai. Perubahan dari transaksi sebelumnya yang tunai. Jadi pemberlakuan dari kartu e-toll ini tidak ada sangkut pautnya dengan PT Jasa Marga. Operator jalan ini hanyalah sebagai pelaksananya saja, bukan pencetus atau pemrakarsanya.

0 komentar:

Posting Komentar